Minggu, 20 Desember 2015

Tugas Refleksi (diambil dari beberapa soal tes jawab singkat kuliah Filsafat Ilmu)
Oleh: Vivi Nurvitasari/ 15701251012
Prodi: PEP B S2

AWALNYA AKHIR, AKHIRNYA AWAL
Setiap yang ada didunia ini pasti berawal dari yang mungkin ada dan berakhir pada yang ada. Berawalnya dari yang mungkin ada tersebut bisa sekaligus menjadi akhir dari yang mungkin ada tersebut. Sedangkan yang berakhir pada yang ada tersebut bisa menjadi awal dari yang ada juga. Jadi, apa yang ada didunia ini tersebut haruslah diawali dan juga diakhiri. Bisa juga awal tersebut sekaligus akhir dan akhir tersebut sekaligus awal. Karena semua yang ada didunia ini saling berhubungan, sehingga awal dari suatu hal dapat menjadi akhir dari hal yang lain, dan akhir dari hal yang lain tersebut dapat menjadi awal dari suatu yang lainnya lagi.
Awalnya akhir bisa saja diumpamakan seperti halnya ketika terjadinya kiamat. Kiamat merupakan akhir dari kehidupan yang ada didunia ini namun sekaligus menjadi suatu awal dari kehidupan diakhirat. Sehingga kiamat bisa disebut sebagai awalnya akhir karena kiamat merupakan awal dari kehidupan diakhirat dari akhirnya kehidupan didunia.
Dalam kehidupan sehari-hari bisa dicontohnya seperti halnya ketika dalam 1 semester perkuliaahan telah berakhir maka dari berakhirnya 1 semester perkuliahan tersebut akan terjadi awal dari suatu semester perkuliahan yang baru. Sehingga bisa disebut awalnya dari akhir karena dalam sesuatu yang berakhir pasti mengawali sesuatu yang lainnya.
Akhirnya awal dapat diumpamakan seperti halnya ketika kita menyelesaikan makan maka itu merupakan akhir dari aktivitas makan dan juga akhir dari rasa lapar kita namun juga merupakan awal dari rasa kenyang kita. Jadi antara awalnya akhir dan akhirnya awal itu memiliki suatu kontradiksi karena terkadang akhir dari suatu hal itu tanpa disadari secara tidak langsung sekaligus menjadi awal dari suatu hal tersebut.
SIANGNYA MALAM
Dalam suatu hari ada siang dan ada malam. Siang dan malam tersebut bersifat kontradiksi, dimana siang itu cerah dan ketika malah itu gelap. Dimana siang itu waktunya orang beraktivitas dan malam waktunya orang untuk beraktivitas. Namun, yang dimaksud siangnya malam bukan dilihat dari hal tersebut, yang dimaksud siangnya malam ialah ketika seseorang menggunakan waktu malamnya untuk beraktivitas seperti belajar dan beribadah. Beraktivitas tidak hanya dilakukan disiang hari namun dapat juga dilakukan ketika malam hari, karena manusia itu hidup hakekatnya untuk selalu beribadah maka entah itu siang atau pun malam manusia itu harus dalam kondisi berusaha.
Dikala malam manusia beristirahat atau tidur pun maka manusia itu tetap dalam keadaan beribadah yaitu berdoa kepada Allah, seperti halnya yang dilakukan sufi. Maka setiap kehidupan itu selalu dibarengi dengan ibadah dan doa, serta usaha. Tak peduli malam ataupun siang.
Namun, alangkah lebih produktif hidup seseorang apabila waktu malamnya ia gunakan untuk berdoa, beribadah dan juga beraktivitas layaknya apa yang dia lakukan disiang hari. Hal tersebut untuk menambah usaha dan doa kita, maka hal tersebutlah yang kita sebut dengan siangnya malam.